<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonesian Ethnics</title>
	<atom:link href="http://indoethnic.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indoethnic.com</link>
	<description>Bhinneka Tunggal Ika</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Feb 2012 08:49:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Tari adalah Ekpresi Berkesenian</title>
		<link>http://indoethnic.com/99-tari-adalah-ekpresi-berkesenian.html</link>
		<comments>http://indoethnic.com/99-tari-adalah-ekpresi-berkesenian.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 07:56:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hastangka</dc:creator>
				<category><![CDATA[ART]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoethnic.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Tari Jawa merupakan ekspresi berkesenian manusia Indonesia. Apabila  kita berbicara tentang seni maka seni menjadi tidak terbatas pada lukisan,patung,film,dan teater tetapi seni sudah merambah pada seni tari. busana yang dikenakan telah memberikan identitas pakem tentang berkesenian. Nilai seni tari tidak hanya sebatas dilihat dari tariannya tetapi juga dari busana yang dikenakan dapat menimbulkan pendapat atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2012/01/smile-penari-ku.jpg" rel="lightbox[99]" title="smile penari ku"><img class="alignleft size-medium wp-image-100" title="smile penari ku" src="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2012/01/smile-penari-ku-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a> Tari Jawa merupakan ekspresi berkesenian manusia Indonesia. Apabila  kita berbicara tentang seni maka seni menjadi tidak terbatas pada lukisan,patung,film,dan teater tetapi seni sudah merambah pada seni tari. busana yang dikenakan telah memberikan identitas pakem tentang berkesenian. Nilai seni tari tidak hanya sebatas dilihat dari tariannya tetapi juga dari busana yang dikenakan dapat menimbulkan pendapat atau penilaian seni. Seni tari adalah bagian dari ekpresi kejiwaan manusia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoethnic.com/99-tari-adalah-ekpresi-berkesenian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMILE</title>
		<link>http://indoethnic.com/94-94.html</link>
		<comments>http://indoethnic.com/94-94.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 05:43:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hastangka</dc:creator>
				<category><![CDATA[SMILE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoethnic.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[&#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2012/01/SMILE1.jpg" rel="lightbox[94]" title="SMILE1"><img class="alignnone size-medium wp-image-95" title="SMILE1" src="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2012/01/SMILE1-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2012/01/smile2.jpg" rel="lightbox[94]" title="smile2"><img class="alignnone size-medium wp-image-96" title="smile2" src="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2012/01/smile2-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoethnic.com/94-94.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FASHION ADALAH SENI</title>
		<link>http://indoethnic.com/87-fashion-adalah-seni.html</link>
		<comments>http://indoethnic.com/87-fashion-adalah-seni.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 03:12:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hastangka</dc:creator>
				<category><![CDATA[ART]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoethnic.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan trend fashion saat ini sudah mengarah pada industri kreatif. Industri kreatif secara komersial melahirkan dorongan seni. Dalam konteks fashion, daya berkesenian digunakan sebagai alat untuk membentuk pakaian dan busana menjadi suatu hasil karya seni manusia yang inovatif, modern, kreatif, dan terkadang aneh. di Yogyakarta, fashion sudah memasuki kehidupan masyarakat. &#160; &#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2012/01/fashion.jpg" rel="lightbox[87]" title="fashion"><img class="size-medium wp-image-88 alignright" title="fashion" src="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2012/01/fashion-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Perkembangan trend fashion saat ini sudah mengarah pada industri kreatif. Industri kreatif secara komersial melahirkan dorongan seni. Dalam konteks fashion, daya berkesenian digunakan sebagai alat untuk membentuk pakaian dan busana menjadi suatu hasil karya seni manusia yang inovatif, modern, kreatif, dan terkadang aneh. di Yogyakarta, fashion sudah memasuki kehidupan masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoethnic.com/87-fashion-adalah-seni.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Seni</title>
		<link>http://indoethnic.com/75-tentang-seni.html</link>
		<comments>http://indoethnic.com/75-tentang-seni.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 09:14:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hastangka</dc:creator>
				<category><![CDATA[ART]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoethnic.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Van Gogh pernah mendefinisikan bahwa dunia adalah lukisan Tuhan yang gagal. Seni juga merupakan proses kreatif manusia. Bagi saya seni adalah hasil proses kreatif jahil manusia. Jahil disini berpijak pada proses pencarian,perenungan,dan pembacaan kreatif pemikiran manusia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2012/01/seni-celana.jpg" rel="lightbox[75]" title="seni celana"><img class="size-medium wp-image-76 alignleft" title="seni celana" src="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2012/01/seni-celana-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Van Gogh pernah mendefinisikan bahwa dunia adalah lukisan Tuhan yang gagal. Seni juga merupakan proses kreatif manusia. Bagi saya seni adalah hasil proses kreatif jahil manusia. Jahil disini berpijak pada proses pencarian,perenungan,dan pembacaan kreatif pemikiran manusia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoethnic.com/75-tentang-seni.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GRAFITTI</title>
		<link>http://indoethnic.com/67-grafitti.html</link>
		<comments>http://indoethnic.com/67-grafitti.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 02:06:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hastangka</dc:creator>
				<category><![CDATA[ART]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoethnic.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[“Seni adalah ekspresi jiwa bagi para pecintanya dan seni tidak pernah sirna oleh zaman dan waktu&#8221; Keindahan seni ditentukan oleh siapa yang menilai karena ukuran seni selalu dianggap relatif. Seni Grafitti menjadi trend di Indonesia sejak satu dekade terakhir. Siapa yang memulai dan bagaimana perkembangan seni graffiti menjadi trend masa kini setidaknya telah memberikan warna [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><em>“Seni adalah ekspresi jiwa bagi para pecintanya dan seni tidak pernah sirna oleh zaman dan waktu&#8221;<br />
</em></p>
<p>Keindahan seni ditentukan oleh siapa yang menilai karena ukuran seni selalu dianggap relatif. Seni Grafitti menjadi trend di Indonesia sejak satu dekade terakhir. Siapa yang memulai dan bagaimana perkembangan seni graffiti menjadi trend masa kini setidaknya telah memberikan warna tersendiri pada eksistensi seni dalam konteks graffiti. Yogyakarta sebagai kota pelajar dan budaya mempunyai ruang yang strategis dalam mengekpresikan jiwa seni. Apabila kita berjalan-jalan di kota Yogyakarta setidaknya banyak sekali kita temukan seni graffiti di berbagai tempat. Graffiti sebagai tempat bagi para pecinta seni dari berbagai golong untuk mengekspresikan seni dan mengolah rasa tentang keindahan. Berbagai bentuk, model dan gambar graffiti telah mewarnai kota Yogyakarta.  Graffiti menjadi media komunikasi seni dalam kehidupan masyarakat modern sekarang ini. Pesan yang disampaikan pun juga beragam dan bervariasi.</p>
<p><a href="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2012/01/grafitti1.jpg" rel="lightbox[67]" title="grafitti1"><img class="size-medium wp-image-68 aligncenter" title="grafitti1" src="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2012/01/grafitti1-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p><a href="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2012/01/grafitti2.jpg" rel="lightbox[67]" title="grafitti2"><img class="size-medium wp-image-69 aligncenter" title="grafitti2" src="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2012/01/grafitti2-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p><a href="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2012/01/grafitti3.jpg" rel="lightbox[67]" title="grafitti3"><img class="size-medium wp-image-70 aligncenter" title="grafitti3" src="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2012/01/grafitti3-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p><a href="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2012/01/grafitti41.jpg" rel="lightbox[67]" title="grafitti4"><img class="wp-image-72 aligncenter" title="grafitti4" src="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2012/01/grafitti41-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoethnic.com/67-grafitti.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TEKNOLOGI SELULER YANG MERAMBAH KE PELOSOK</title>
		<link>http://indoethnic.com/47-teknologi-seluler-yang-merambah-ke-pelosok.html</link>
		<comments>http://indoethnic.com/47-teknologi-seluler-yang-merambah-ke-pelosok.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 02:20:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hastangka</dc:creator>
				<category><![CDATA[CULTURE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoethnic.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan teknologi telekomunikasi di era informasi dan globalisasi tergolong paling progresif dan cepat. Berbagai layanan telekomunikasi yang disediakan oleh provider seluler telah masuk ke jantung pedesaan bahkan pegunungan sekalipun. Sekarang setiap orang bisa berkomunikasi dimana saja, kapan saja dan dalam situasi apa saja tanpa harus menunggu. Jaringan telekomunikasi seluler yang dapat menjangkau ke seluruh lapisan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perkembangan teknologi telekomunikasi di era informasi dan globalisasi tergolong paling progresif dan cepat. Berbagai layanan telekomunikasi yang disediakan oleh <em>provider</em> seluler telah masuk ke jantung pedesaan bahkan pegunungan sekalipun. Sekarang setiap orang bisa berkomunikasi dimana saja, kapan saja dan dalam situasi apa saja tanpa harus menunggu. Jaringan telekomunikasi seluler yang dapat menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat dan pelosok negeri menjadikan telepon seluler semakin populer dan merakyat di hati masyarakat.</p>
<p><a href="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2012/01/Penjual-Angkringan.jpg" rel="lightbox[47]" title="Penjual Angkringan"><img class="size-medium wp-image-48 aligncenter" title="Penjual Angkringan" src="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2012/01/Penjual-Angkringan-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2012/01/bapak-sedang-memegang-hp1.jpg" rel="lightbox[47]" title="bapak sedang memegang hp1"><img class="size-medium wp-image-52 aligncenter" title="bapak sedang memegang hp1" src="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2012/01/bapak-sedang-memegang-hp1-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p><a href="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2012/01/anak-Papua-SMS.jpg" rel="lightbox[47]" title="anak Papua SMS"><img class="size-medium wp-image-51 aligncenter" title="anak Papua SMS" src="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2012/01/anak-Papua-SMS-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoethnic.com/47-teknologi-seluler-yang-merambah-ke-pelosok.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yogyakarta yang Meng-India:Mengenal Peradaban India dan Menggali Nilai-nilai Kearifan</title>
		<link>http://indoethnic.com/30-yogyakarta-yang-meng-indiamengenal-peradaban-india-dan-menggali-nilai-nilai-kearifan.html</link>
		<comments>http://indoethnic.com/30-yogyakarta-yang-meng-indiamengenal-peradaban-india-dan-menggali-nilai-nilai-kearifan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 09:35:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hastangka</dc:creator>
				<category><![CDATA[ART]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoethnic.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Yogyakarta yang Meng-India:Mengenal Peradaban India dan Menggali Nilai-nilai Kearifan “Peradaban suatu bangsa dibangun atas dasar ide,cita-cita, dan pemikiran mulia untuk berkomunikasi satu dengan yang lainnya, membangun martabat manusia yang memanusiakan”  –Hastangka &#8211;             Ketika pertama kali saya mengunjungi pameran Biennale Jogja XI 2011 saya merasakan memasuki suatu ruang peradaban kebudayaan lain daripada yang lain. Kebudayaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Yogyakarta yang Meng-India:Mengenal Peradaban India dan Menggali Nilai-nilai Kearifan</strong></p>
<p align="center"><strong>“Peradaban suatu bangsa dibangun atas dasar ide,cita-cita, dan pemikiran mulia untuk berkomunikasi satu dengan yang lainnya, membangun martabat manusia yang memanusiakan”</strong></p>
<p align="center"><strong><em> –Hastangka &#8211;</em></strong></p>
<p>            Ketika pertama kali saya mengunjungi pameran Biennale Jogja XI 2011 saya merasakan memasuki suatu ruang peradaban kebudayaan lain daripada yang lain. Kebudayaan yang selama ini tidak pernah saya kenal tetapi dapat saya rasakan dari atmosfer dan sentuhan visual baik berupa gambar, lukisan, patung, foto, dan berbagai aksesoris lainnya. Kebudayaan India yang jarang saya dengar dan saya lihat sehari-hari. Sempat terlintas dibenak saya ketika saya memasuki ruang pameran yang berada di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) 12 Desember 2011, pukul 13.00 siang hari, begitu kuatnya hawa dunia baru, dunia yang begitu menyentuh keindahan spiritualitas yaitu peradaban India yang tercermin dari kehidupan sosial dan budayanya. Begitu juga ketika saya mengunjungi Jogja National Museum, di situ Kebudayaan India semakin kuat terasa. Lalu, terlintas di benak saya apakah ini yang disebut sebagai identitas suatu bangsa, atau <em>Nation Character Building</em>, yang sering disuarakan oleh para pendiri bangsa kita beberapa tahun silam.  Peradaban India yang tidak pernah lekang oleh waktu dan zaman,akan selalu ada diantara ketiadaan dan ketidakpedulian manusia. Inilah budaya yang mencoba untuk membangun dialetika kebudayaan dengan Indonesia yang penuh dengan nilai-nilai kearifan lokal dan spiritualitasnya. Misalnya, beberapa <em>parallel events Biennale </em>yang saya kunjungi masih lebih kuat identitas ke-India-annya daripada ke-Indonesia-annya. Peradaban India adalah peradaban yang kuno dan terbentuk melalui proses yang panjang. Dinamika berkesenian di India selalu menyajikan aspek spiritualitas dan religiusitas yang kental. Oleh karena itu, ketika sudah mendengar nama India apa yang ada dibenak orang adalah mega bollywood,tari India, nyanyian India, dan film India. Kebudayaan semakin menunjukkan identitasnya bahkan menjadi trend global karena kekuatan dari daya kreatifitas, kesungguhan, dan masuk dalam dunia media perfiliman. Bercerita tentang India ada dua hal yang tidak pernah lepas dari pembicaraan yaitu film dan spiritualitas.</p>
<p><a href="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_2423.jpg" rel="lightbox[30]" title="IMG_2423"><img class="alignleft size-medium wp-image-40" title="IMG_2423" src="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_2423-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a>Tampaknya peradaban India telah berhasil “mengepung” identitas dan budaya ke-Indonesia-an, meskipun tema yang diusung adalah “Biennale EQUATOR Shadow lines: Indonesia Meets India”, tidak tampak aspek identitas dan jati diri kebudayaan Indonesia yang beragam dan berdialektika dengan kebudayaan India, malah justru “hegemoni” kebudayaan India membawa nilai-nilai baru yang melokal sekaligus mengglobal di negeri Indonesia. Nah, disinilah saya merasakan dan mengalami dialetika batin bahwa identitas kebudayaan adalah penting untuk menunjukkan jati diri suatu bangsa, dari bangsa mana kita berasal salah satunya dapat diketahui dari budayanya. Sama halnya dengan India. Di <em>Biennale </em>ini apa yang ditonjolkan adalah INDIA memang adalah INDIA. Corak, bentuk, dan karakter kebudayaan India lebih dominan dalam <em>event Biennale</em> ini. Itulah kehebatan bangsa India yang berani mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal dan tradisi sampai ke ujung bumi dan garis khatulistiwa sekalipun, India akan tetap menampakkan jati dirinya sebagaimana India adanya.</p>
<p><strong>Biennale dulu, kini dan yang akan datang </strong></p>
<p>Apabila dibandingkan dengan pengalaman tahun lalu terkait acara Biennale, saya mengalami ada perbedaan yang jauh terutama terkait substansi dan kegiatan yang diselenggarakan, tahun lalu nampak lebih meriah dan beragam baik dari bentuk acara, kegiatan, bahkan suguhan seni lebih menunjukkan kota Yogyakarta seperti <em>living museum </em>(museum yang hidup), dimana-mana ada suguhan seni yang melokal. Sedangkan sekarang lebih banyak pada <em>indoor activities</em>, dalam artian bahwa suguhan yang ditawarkan lebih pada events yang ada di dalam ruangan, di dalam gedung kesenian, museum, ataupun tempat-tempat pertunjukkan lainnya. Selain itu, <em>Biennale</em> sekarang ini lebih menonjolkan nuansa budaya India dan spiritualitas dibandingkan dengan nuansa etnisitas dan lokalitas ke-Indonesia-an. Konsep <em>Indonesia meets India </em>belum begitu menonjol dan terlihat baik dalam berbagai events utama maupun events parallel. Malah justru, <em>parallel events</em> berjalan dengan sendiri-sendiri tanpa mempertimbangkan aspek filosofis, budaya, dan ide dasar Biennale tersebut.  Dalam bahasa sederhana apa yang saya rasakan, lihat dan alami adalah persoalan identitas berkesenian dan berekpresi tentang seni. Seni itu memang indah dan seni juga memberikan ruang berekpresi secara bebas. Namun demikian, seni harus memiliki tujuan dan cita-cita kebangsaan, seni harus membawa martabat bangsa ketika sudah menyangkut kebudayaan antar dua bangsa.  Menatap masa depan seni ke-Indonesia-an kontemporer dan keberagaman bukan berarti meninjau tentang seberapa besar kontribusi para seniman terhadap hasil karya seni tetapi juga mempertimbangkan bagaimana para seniman mengekspresikan seninya dalam bingkai nasionalisme dan kebangsaan. Harmonisasi seni tercemin dari bagaimana seni dapat menampilkan keindahan dan identitas kebangsaan. Lalu kita merenung bagaimana dengan bangsa kita?,dimana jati diri kita sebagai bangsa?,akankah kebudayaan kita akan tergerus oleh waktu dan zaman?</p>
<p><a href="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_2409.jpg" rel="lightbox[30]" title="gallery"><img title="gallery" src="http://indoethnic.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wpgallery/img/t.gif" alt="" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoethnic.com/30-yogyakarta-yang-meng-indiamengenal-peradaban-india-dan-menggali-nilai-nilai-kearifan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biennale XI</title>
		<link>http://indoethnic.com/3-biennale-xi.html</link>
		<comments>http://indoethnic.com/3-biennale-xi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 09:03:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hastangka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoethnic.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_2062.jpg" rel="lightbox[3]" title="India Jahe,jahe,jahe"><img src="http://indoethnic.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_2062.jpg" alt="" title="India Jahe,jahe,jahe" class="alignleft size-full wp-image-27" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoethnic.com/3-biennale-xi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://indoethnic.com/1-hello-world.html</link>
		<comments>http://indoethnic.com/1-hello-world.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 02:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hastangka</dc:creator>
				<category><![CDATA[ART]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoethnic.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Indoethnic adalah komunitas yang bergerak untuk melestarikan, membudayakan dan mendokumentasikan budaya, etnisitas, dan berbagai potrait tentang masyarakat masa kini dan modern. Indoethnic mencoba menampilkan suatu yang baru dengan pendekatan interdisipliner melalui media fotografi,tulisan, dan gambar. Selamat menikmati!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Indoethnic </strong>adalah komunitas yang bergerak untuk melestarikan, membudayakan dan mendokumentasikan budaya, etnisitas, dan berbagai potrait tentang masyarakat masa kini dan modern. Indoethnic mencoba menampilkan suatu yang baru dengan pendekatan interdisipliner melalui media fotografi,tulisan, dan gambar. Selamat menikmati!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoethnic.com/1-hello-world.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

